Sabtu, 21 Januari 2012

POWER WINDOW DAN WIPER WASHER



LAPORAN PRAKTEK
LISRIK DAN ELEKTRONIKA OTOMOTIF
POWER WINDOW DAN WIPER WASHER

Add caption


Disusun Oleh :

Nama              : Zuqi Wardana
NIM                : 09509131013
Kelas               :  M


PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2011
Komponen sistem power window
Sistem power window terdiri dari beberapa komponen berikut:
a. Regulator jendela
b. Motor power window
c. Saklar utama power window (terdiri dari saklar power window dan saklar
penguncian jendela)
d. Saklar-saklar power window
e. Kunci kontak
f. Saklar door courtesy (di sisi pengemudi)
Add caption

a. Regulator jendela
Gerakan berputar dari motor power window dirubah menjadi gerakan ke atas
dan ke bawah oleh regulator jendela untuk menutup dan membuka jendela. Jendela
didukung oleh regulator lengan naik yang didukung oleh X-arm tempat dimana
terhubungnya penstabil regulator. Gerakan menutup/membuka jendela adalah
gerakan dari X-arm. Selain dari tipe X-arm, ada juga regulator jendela dengan tipe
kabel dan tipe satu lengan (one-arm)
b. Motor power window
Motor penggerak power window berputar ke depan atau arah sebaliknya
menggerakkan regulator jendela untuk dirubah menjadi gerak lurus bolak-balik. Motor
power window terdiri dari tiga bagian: motor, gigi dan sensor. Motor bergerak ke
depan dan ke belakang dengan pengoperasian saklar. Gigi mentransmisikan
perputaran motor ke regulator jendela. Sensor terdiri dari saklar batas dan sensor
kecepatan untuk mengendalikan fungsi pengamanan dari jepitan.
c. Saklar utama power window
Saklar utama power window terdiri dari saklar power window yang mengontrol
semua sistem power window dan menggerakkan semua motor power window dan
saklar penguncian jendela untuk membuat proses menutup dan membuka jendela
tidak terjadi kecuali pada jendela pengemudi.
d. Saklar power window
Saklar power window terletak pada masing-masing pintu kendaraan. Masingmasing
saklar power window menggerakkan motor power window dari masing-masing
jendela penumpang depan dan belakang.
e. Kunci kontak
Kunci kontak mentransmisikan sinyal ON, ACC atau LOCK ke saklar utama
power window. Sinyal ini dipakai hanya untuk mengontrol fungsi key-off dari power
window.
f. Saklar courtesy pintu
Saklar door courtesy mendeteksi sinyal dari setiap pintu apakah jendela
penumpang dalam posisi menutup atau membuka (pintu terbuka:ON, tutup:OFF) dan
mentransmisikannya ke saklar utama power window untuk mengendalikan fungsi keyoff.
Pada pintu kendaraan dengan pintu jenis pintu geser memiliki komponen:
a. Junction saklar jantan dan betina
Junction saklar jantan dan betina yang terletak di pintu dan bodi. Tenaga di
suplai hanya jika pintu dorong tertutup. Membuka pintu dorong akan mematikan
semua catu daya.

Cara kerja power window
a. Fungsi membuka/menutup secara manual
Fungsi ini diaktifkan jika kunci kontak dalam posisi On dan saklar power window
ditekan atau ditarik setengah. Selama saklar ditekan atau ditarik setengah, relai pada
saklar utama power window akan menggerakkan motor power window untuk
membuka atau menutup jendela. Jika saklar power window berhenti ditarik atau
ditekan maka relai pada saklar utama power window akan berhenti bekerja sehingga
motor power window juga akan berhenti berputar dan jendela akan berhenti bergerak.
Beberapa model dilengkapi thermistor PTC atau penghenti rangkaian untuk mencegah
mengalirnya arus yang melampui batas ke motor penggerak.
Cara kerja saat menutup secara manual
Ketika kunci kontak dalam posisi ON dan saklar power window pada sisi
pengemudi ditarik (up) setengah, arus dari baterai mengalir ke kunci kontak ke
kumparan relai utama power window dan menuju massa. Relai utama bekerja dan
mengaktifkan IC pada saklar utama power window. Selanjutnya arus mengalir ke
saklar naik sisi pengemudi dan menuju ke IC pada saklar utama power window. IC
akan mengaktifkan transistor-transistor untuk mengalirkan arus dan membentuk
rangkaian massa pada kumparan relai naik sehingga relai naik bekerja. Selanjutnya
arus mengalir dari baterai menuju relai naik, ke motor power window, relai turun dan
menuju ke massa. Motor power window akan berputar dan menggerakkan jendela ke
arah menutup. Jika saklar naik berhenti ditarik maka transistor menjadi tidak aktif
sehingga relai naik tidak bekerja dan motor behenti berputar.
Cara kerja saat membuka secara manual
Ketika kunci kontak dalam posisi ON dan saklar power window pada sisi
pengemudi ditekan (down) setengah, arus dari baterai mengalir ke kunci kontak ke
kumparan relai utama power window dan menuju massa. Relai utama bekerja dan
mengaktifkan IC pada saklar utama power window. Selanjutnya arus mengalir ke
saklar turun sisi pengemudi dan menuju ke IC pada saklar utama power window. IC
akan mengaktifkan transistor-transistor untuk mengalirkan arus dan membentuk
rangkaian massa pada kumparan relai turun sehingga relai turun bekerja. Selanjutnya
arus mengalir dari baterai menuju relai turun, ke motor power window, relai naik dan
menuju ke massa. Motor power window akan berputar dan menggerakkan jendela ke
arah membuka. Jika saklar turun berhenti ditekan maka transistor menjadi tidak aktif
sehingga relai turun tidak bekerja dan motor behenti berputar.
b. Fungsi membuka/menutup otomatis sekali sentuh
Fungsi ini diaktifkan jika kunci kontak pada posisi ON dan saklar kontrol power
window ditekan atau ditarik penuh. Meskipun saklar tidak lagi disentuh, saklar utama
power window masih tetap menggerakkan motor power window sampai membuka
atau menutup penuh. Motor power window akan berhenti jika jendela pengemudi
betul-betul tertutup dan IC mendeteksi penguncian motor dari sinyal sensor kecepatan
dan saklar batas dari motor power window atau matinya rangkaian waktu. Tutup
otomatis bisa berhenti dengan menekan tombol power window pengemudi secara
setengah terbuka.

Cara kerja saat menutup sekali sentuh
Ketika kunci kontak dalam posisi ON dan saklar power window pada sisi
pengemudi ditarik (up) penuh, arus dari baterai mengalir ke kunci kontak ke kumparan
relai utama power window dan menuju massa. Relai utama bekerja dan mengaktifkan
IC pada saklar utama power window. Selanjutnya arus mengalir dari baterai ke saklar
naik dan AUTO sisi pengemudi dan menuju ke IC pada saklar utama power window.
Rangkaian waktu dalam IC akan menjaga kunci kontak pada posisi ON dalam waktu
maksimum 10 detik. IC akan mengaktifkan transistor-transistor untuk mengalirkan arus
dan membentuk rangkaian massa pada kumparan relai naik sehingga relai naik
bekerja. Selanjutnya arus mengalir dari baterai menuju relai naik, ke motor power
window, relai turun dan menuju ke massa. Motor power window akan berputar dan
menggerakkan jendela ke arah menutup sampai sensor kecepatan dan saklar batas
mendeteksi bahwa jendela sudah tertutup penuh.
Cara kerja saat membuka sekali sentuh
Ketika kunci kontak dalam posisi ON dan saklar power window pada sisi
pengemudi ditekan (down) penuh, arus dari baterai mengalir ke kunci kontak ke
kumparan relai utama power window dan menuju massa. Relai utama bekerja dan
mengaktifkan IC pada saklar utama power window. Selanjutnya arus mengalir dari
baterai ke saklar turun dan AUTO sisi pengemudi dan menuju ke IC pada saklar
utama power window. Rangkaian waktu dalam IC akan menjaga kunci kontak pada
posisi ON dalam waktu maksimum 10 detik. IC akan mengaktifkan transistor-transistor
untuk mengalirkan arus dan membentuk rangkaian massa pada kumparan relai turun
sehingga relai turun bekerja. Selanjutnya arus mengalir dari baterai ke relai turun, ke
motor power window, relai naik dan menuju ke massa. Motor power window akan
berputar dan menggerakkan jendela ke arah menutup sampai sensor kecepatan dan
saklar batas mendeteksi bahwa jendela sudah terbuka penuh.





Sistem penghapus dan pembasuh kaca
11.2.3.1. Komponen sistem penghapus dan pembasuh kaca
Sistem penghapus dan pembasuh kaca terdiri dari:
1. Lengan penggerak/bilah penghapus kaca depan dan belakang
2. Motor penggerak dan lengan penghubung depan
3. Nosel saluran pembasuh kaca depan
4. Tangki dan motor pembasuh kaca
5. Saklar dan relai penghapus dan pembasuh kaca
6. Lengan penggerak/bilah penghapus kaca belakang
7. Motor penggerak belakang
8. Relai kontrol penghapus kaca belakang
9. Unit kontrol penghapus kaca
10. Sensor hujan

Cara kerja sistem penghapus dan pembasuh kaca
Prinsip kerja sistem penghapus dan pembasuh kaca terdiri dari beberapa tahap sesuai
dengan posisi saklar penghapus dan pembasuh kaca, yaitu:
1. Saklar saklar penghapus kaca di posisi LOW / MIST
2. Saklar penghapus kaca di posisi HIGH
3. Saklar penghapus kaca di posisi OFF
4. Saklar penghapus kaca di posisi INT
5. Saklar pembasuh kaca diputar ke ON
6. Fungsi penghapus kaca area penuh
7. Sensor kecepatan kendaraan, fungsi interval INT yang dapat disetel
8. Fungsi pengubah kecepatan kendaraan
9. Fungsi pencegah tetesan
Rangkaian keliistrikan sistem penghapus dan pembasuh kaca, terdiri dari
baterai, kunci kontak, motor penghapus kaca yang terangkai dengan plat nok, motor
pembasuh kaca, dan sirkuit transistor, relai dan saklar variabel pada saklar penghapus
dan pembasuh kaca.
1. Cara kerja saklar penghapus kaca di posisi LOW / MIST
Jika saklar berada di posisi kecepatan rendah, arus listrik mengalir dari baterai
menuju ke kunci kontak, sekering, terminal +B, saklar penghapus dan pembasuh kaca
posisi LOW/MIST, terminal +1, sikat kecepatan rendah dari motor penghapus kaca
selanjutnya ke terminal E dan menuju massa. Motor berputar dengan lambat dan
diteruskan ke lengan penghapus kaca.
2. Cara kerja saklar penghapus kaca di posisi HIGH
Jika saklar berada di posisi kecepatan tinggi, arus listrik mengalir dari baterai
menuju ke kunci kontak, sekering, terminal +B, saklar penghapus dan pembasuh kaca
posisi HIGH, terminal +2, sikat kecepatan tinggi dari motor penghapus kaca
selanjutnya ke terminal E dan menuju massa. Motor berputar dengan cepat dan
diteruskan ke lengan penghapus kaca.
3. Cara kerja saklar penghapus kaca di posisi OFF
Jika saklar berada di posisi OFF saat motor penggerak bekerja, arus listrik
mengalir dari baterai menuju ke kunci kontak, sekering, kontak P2, P1, terminal S
motor penghapus kaca, terminal A pada relai saklar penghapus dan pembasuh kaca,
saklar posisi OFF, terminal +1 sikat kecepatan rendah dari motor penghapus kaca
selanjutnya ke terminal E dan menuju massa. Motor berputar dengan lambat dan
diteruskan ke lengan penghapus kaca dan berhenti berputar saat kontak P2 dan P1
terputus.
Cara kerja fungsi hubungan
Rangkaian fungsi hubungan adalah pada gambar di bawah. Konstruksi plat
nok dan kontak P1, P2, dan P3 memungkinkan motor akan berhenti jika saklar
diposisikan pada OFF dan kontak P2 dan P1 terputus.
Dikarenakan motor tidak langsung berhenti tetapi masih bergerak beberapa
waktu sebelum berhenti maka konstruksi plat nok memungkinkan motor menghasilkan
daya yang berlawanan dengan elektromotif pada rangkaian terputus (motor, +1, saklar
OFF, S, P1, P3, motor). Tidak adanya beda potensial pada kedua ujung motor
membuat motor berhenti pada posisi yang selalu tetap.
Jika saklar penghapus kaca posisi LO, arus mengalir dari baterai menuju ke
saklar posisi LO, terminal +1 motor penghapus kaca, kumparan jangkar motor,
terminal E penghapus kaca dan menuju massa. Akibatnya motor penghapus kaca
bekerja dan lengan penghapus kaca bergerak.
Pada saat saklar penghapus kaca posisi OFF dan posisi kontak P2 dan P1
terhubung pada lempengan plat nok maka arus dari baterai mengalir ke terminal B
motor penghapus kaca, kontak P2, kontak P1, terminal S motor penghapus kaca,
saklar penghapus kca posisi OFF, terminal +1 motor penghapus kaca, kumparan
jangkar motor, terminal E motor penghapus kaca dan menuju ke massa. Motor
penghpaus kaca masih tetap berputar dan menggerakkan lengan penghapus kaca.
Saat saklar penghapus kaca masih posisi OFF dan motor tetap berputar maka
plat nok menyebabkan titik kontak P3 bergerak melewati titik penghantaran pada plat
nok sehingga membentuk rangkaian terputus :
Kumparan jangkar – terminal motor penghapus kaca +1 – saklar penghapus kaca
posisi OFF – terminal S motor penghapus kaca – titik kontak P1 – titik kontak P3 –
kumparan jangkar motor penghapus kaca. Akibatnya arus akan berhenti mengalir ke
rangkaian dan motor penggerak penghapus kaca akan berhenti.
4. Cara kerja saklar penghapus kaca di posisi INT
Cara kerja penghapus kaca dengan posisi saklar pada INT tergantung dari
kerja transistor Tr1 pada sirkuit transistor di dalam saklar penghapus dan pembasuh
kaca.
Cara kerja Tr ON
Pada saat saklar berada di posisi INT, Tr1 pada sirkuit transistor secara
langsung akan bekerja membentuk rangkaian massa untuk kumparan relai pada
saklar penghapus dan pembasuh kaca. Akibatnya relai bekerja dan menarik kontak
relai dari posisi A ke B. Selanjutnya arus mengalir dari baterai, kunci kontak, sekering,
+B, kontak relai B, saklar posisi INT, terminal +1, sikat kecepatan rendah dari motor
penghapus kaca selanjutnya ke terminal E dan menuju massa. Motor berputar dengan
lambat dan diteruskan ke lengan penghapus kaca.
Cara kerja Tr OFF
Saat kontak P2 dan P1 terhubung maka Tr1 pada sirkuit transistor menjadi
OFF menyebabkan kumparan relai pada saklar penghapus dan pembasuh kaca
hillang kemagnetannya sehingga kontak relai kembali dari B ke A. Selanjutnya arus
mengalir dari baterai, kunci kontak, sekering, kontak P2, P1, terminal S motor
penghapus kaca, relai kontak A, saklar posisi INT, terminal +1, sikat kecepatan rendah
dari motor penghapus kaca selanjutnya ke terminal E dan menuju massa. Motor
berputar dengan lambat dan diteruskan ke lengan penghapus kaca. Motor akan
berhenti sampai posisi yang telah ditetapkan yaitu saat kontak P2 dan P1 terlepas
kembali sampai Tr1 kembali ON. Dengan demikian penghapus kaca akan beroperasi
secara terputus-putus.
5. Saklar pembasuh kaca diputar ke ON
Bila saklar pembasuh kaca berada pada posisi ON, maka arus mengalir dari
baterai menuju ke kunci kontak, sekering, motor pembasuh kaca, terminal W saklar
penghapus dan pembasuh kaca, saklar posisi WASHER, terminal EW saklar
penghapus dan pembasuh kaca dan menuju ke massa. Motor pembasauh kaca akan
bekerja menyemprotkan cairan pembersih melalui nosel pada permukaaan kaca
6. Sistem penghapus area penuh
Penghapus area penuh dibuat untuk menghapus area secara penuh dan tidak
tergantung dengan kecepatan penghapus kaca. Dalam sistem penghapus kaca yang
normal, bidang yang dihapus cenderung lebih besar karena kelemahan kecepatan
penghapus bila bekerja dalam kecepatan tinggi. Bidang yang dihapus dirancang
dengan pertimbangan ini. Hasilnya bidang yang dihapus menjadi kecil, oleh karena itu
sisa area menjadi besar bila penghapus kaca bekerja dalam kecepatan rendah.
Penghapus otomatis area penuh membuat bidang yang dihapus lebih kecil/ lebih
besar untuk mengurangi sisa bidang pada kecepatan rendah.
Saklar penghapus INT, posisi LO
Unit kontrol penghapus membuat motor penghapus area penuh berputar
normal pada posisi LO, posisi tengah tuas idle bervariasi ( a ke a') dan titik tumpu
bervariasi ( b ke b') pada saat yang sama. Hasilnya bilah penghapus bergerak dari
posisi persiapan ke posisi LO. Setelah itu penghapus bekerja berganti-ganti atau
dalam kecepatan rendah/tinggi.
Posisi saklar penghapus HI
Bila saklar penghapus diarahkan ke posisi HI, maka motor penghapus area
penuh berputar normal dari posisi LO dan posisi tengah dari tuas idle dan titik tumpu
bervariasi ( a' ke a, b' ke b", c' ke c"). Hasilnya kedua sudut penghapusan untuk posisi
stop dan posisi putaran balik menjadi berkurang. Saat ini bilah penghapus menjadi
lambat . Ia bekerja melewati posisi stop dan posisi putaran balik. Penghapus bekerja
berganti ganti dalam kecepatan rendah/tinggi.

7. Sensor kecepatan kendaraan, fungsi interval INT yang dapat disetel
Berfungsi mengontrol waktu interval pengahapusan sesuai dengan kecepatan
kendaraan bila saklar penghapus kaca dalam posisi INT. Waktu interval disetel dalam
3 langkah yaitu saat kendaraan berhenti, kecepatan di bawah 20 km/jam dan antara
20-40 km/jam, yang dapat dipilih dengan mengoperasikan penyetel interval. Setelah
waktu interval diseteal untuk posisi lambat dan cepat maka seterusnya saat posisi
saklar pada INT , penghapusan akan bekerja sesua interval secara otomatis pada
berbagai kecepatan kendaraan.
8. Fungsi pengubah kecepatan kendaraan
Fungsi ini merupakan saklar otomatis yang akan bekerja bergantian bila saklar
posisi penghapus kaca pada kondisi LO dan kendaraan berjalan atau berhenti. Keadaan jalan
Bila kendaraan sedang berjalan dan saklar pada posisi LO, berhentinya
kendaraan membuat penghapus bekerja dua kali, dan kemudian berpindah ke
gerakan berganti-ganti dengan waktu interval kurang lebih 2,5 detik.
Keadaan berhenti
Bila kendaraan berhenti dan rem parkir dalam keadaan OFF dan posisi tuas
pemindah berada di posisi selain "P" atau "N", penghapus kaca yang bekerja dari
posisi INT atau posisi HI ke posisi LO membuat penghapus kaca bekerja 3 kali dalam
kecepatan rendah, kemudian secara otomatis pindah ke gerakan berganti-ganti
dengan waktu interval kurang lebih 2,5 detik.
9. Fungsi pencegah tetesan
Saat bilah penghapus kaca bergerak untuk memberihkan permukaan kaca
biasanya masih ada tetesan air yang menetes di permukaan kaca. Dengan fungsi ini
bila penghapus kaca berada dalam posisi OFF atau INT, maka memutar saklar ke
posisi ON untuk waktu 0,2 detik atau lebih cepat membuat pembasuh kaca bekerja.
Bila saklar pembasuh kaca kembali ke posisi OFF, maka penghapus kaca akan
bekerja serentak tiga kali dengan kecepatan rendah. Kurang lebih dalam tempo 3-7
detik tergantung kecepatan kendaraan, setelah menyelesaikan tugasnya, penghapus
kaca bekerja sekali lagi untuk membasuh cairan pembasuh yang menetes sisa dari
penghapusan.
10. Fungsi sensor hujan
Saat saklar penghapus kaca berada pada posisi AUTO, sensor hujan akan
mendeteksi volume air hujan pada permukaan kaca dan menentukan kecepatan
penghapusan air di permukaan kaca tersebut. Sensor ini terdiri dari LED (light emitting
diode) yang memancarkan sinar infra merah dan photo diode yang menerima
pancaran sinar tersebut. Cara mendeteksinya berdasarkan sinar infra merah yang
dipantulkan oleh kaca depan.
Bila tidak ada titik-titik hujan yang terdeteksi oleh sinar infra merah yang
memancar dari LED sehingga tidak ada yang memantul dari kaca depan dan diterima
oleh photo diode maka rekaman sensor hujan akan mengisi jarak antara lensa dan
kaca depan. Bila hujan turun di area yang dideteksi, pancaran sinar infra merah
memantulkan perubahan yang terjadi di sebelah luar kaca depan karena adanya hujan
yang turun, kemudian mengurangi jumlah sinar infra merah yang diterima oleh photo
diode. Jumlah pengurangan ini yang dipakai untuk mendeteksi volume hujan yang
turun selanjutnya ditentukan kecepatan penghapusan kaca seuai kebutuhan. Bila
terjadi gangguan saat pendeteksian, fungsi ini memungkinkan sistem penghapus kaca
bekerja normal menggunakan saklar posisi LO dan HIGH atau berdasarkan fungsi
perubahan kecepatan kendaraan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar